“Gaya bahasa yang sulit ditiru adalah gaya komunikasimu sehari-hari.”
Kadika sering dapet pertanyaan kayak gini:
“Gimana sih cara nemuin gaya nulis yang enak dibaca?”
Sederhana aja yakni gaya nulis itu nggak bisa ditemuin cuma dari baca teori.
Kamu baru bisa nemu setelah kamu nulis… dengan gaya kamu sendiri.
Tapi masalahnya, banyak orang malah nulis dengan gaya orang lain.
Ada yang terlalu formal padahal aslinya santai.
Ada yang terlalu kaku padahal kalau ngobrol seru banget.
Padahal gaya bahasa itu penting banget.
Bukan cuma buat bikin tulisanmu enak dibaca, tapi juga biar kamu nyaman menulis.
Karena kalau kamu nggak nyaman, tulisanmu juga kerasa hambar.
Dan ngomong-ngomong soal gaya:Artikel yang kamu baca ini ditulis dengan sapaan “Kadika – kamu.”
Ini gaya yang Kadika pilih karena terasa personal, mengalir, dan tetap mencerminkan identitas.
Bukan “saya – Anda,” karena kadang terasa kaku dan terlalu formal.
Bukan juga “aku – kamu,” karena Kadika pengen tetap beda dan punya suara khas.
Kalau kamu ngerasa nyaman bacanya, bisa jadi kamu juga cocok pakai pola sapaan seperti ini.
Tapi kalau belum nemu gaya sapaan kamu sendiri, coba eksplorasi pakai pendekatan ini:
Referensi Gaya Sapaan yang Bisa Kamu Coba
|
Gaya Sapaan |
Kesan yang Dihasilkan |
Cocok Untuk Siapa? |
|
Aku – Kamu |
Personal, akrab, santai |
Blogger, penulis cerita, personal branding |
|
Saya – Anda |
Formal, profesional, netral |
Artikel bisnis, edukasi formal, brand resmi |
|
Gue – Lo |
Gaul, berani, blak-blakan |
Penulis Gen Z, konten opini, konten satire |
|
Kita – Kamu |
Ajak bareng-bareng, terasa suportif |
Komunitas, newsletter, edukasi santai |
|
Nama – Kamu (contoh: Kadika – kamu) |
Personal, khas, punya karakter suara |
Personal brand, penulis dengan positioning unik |
Kamu bisa pilih salah satu, atau mix sesuai konteks.Kadika sendiri lebih suka konsisten, supaya pembaca ngerasa kayak ngobrol langsung—dan tahu siapa yang lagi ngomong.
Kalau kamu udah nemuin yang paling nyaman buat kamu, itulah awal dari gaya bahasa autentik versimu sendiri.
Ada Cara Cepat Buat Menemukan Gaya Aslimu
Kebanyakan orang nunggu ilham—padahal ilham lagi jaga parkir. wkwk. nggak, maksudnya inspirasi.
Kadika lebih milih pakai pertanyaan.
Ya, dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu, kamu bisa memunculkan cara kamu bercerita yang paling alami.
Dan dari situ, kamu mulai bisa lihat pola:
- Kamu lebih suka gaya formal atau santai?
- Lebih suka cerita ngalir atau poin-poin?
- Banyak analogi? Atau lebih suka to the point?
Tapi kamu nggak perlu nebak-nebak sendiri.
Kita bisa minta bantuan AI buat bantu analisis gaya nulis kamu.
Petunjuk Latihan
#1. Pilih beberapa pertanyaan yang bikin kamu pengen nulis.
Kadika udah siapin list-nya nanti di bawah.
#2. Jawab dengan gaya kamu sendiri.
Nggak usah mikir teknis. Tulis aja kayak lagi cerita ke orang yang kamu percaya.
#3. Setelah itu, minta ChatGPT bantu analisis gaya bahasamu.
Kamu bisa kasih instruksi kayak gini:
“Tolong analisis gaya bahasa dari tulisan ini. Apakah ini formal atau santai, mengalir atau to the point, dan apa ciri khas lainnya?”
#4. Perhatikan hasilnya.
Dari situ kamu bisa mulai kenal pola khas dalam tulisanmu sendiri.
Nggak harus kamu simpulkan sendiri dari awal—biarkan AI bantu buka mata kamu dulu.
Tapi kalau kamu mau, kamu bisa cocokin dengan rasa menulis yang kamu alami.
Langkah ini penting banget sebelum kamu ngajarin AI nulis pakai gaya kamu.
Kalibrasi dulu, biar pas.
Pertanyaan Pemancing Gaya Aslimu
Pilih yang kamu suka. Nggak harus semua. Jawab sebebas mungkin.
- Apa hal kecil yang bikin kamu langsung ilfeel sama seseorang?
- Pernah nggak kamu merasa bangga banget karena berhasil menyelesaikan sesuatu? Ceritain.
- Hal apa yang paling kamu nggak suka dari rutinitas sekarang?
- Kalau kamu harus ngejelasin profesimu ke anak umur 7 tahun, kamu bakal bilang apa?
- Apa kalimat yang paling sering kamu ucapin ke diri sendiri akhir-akhir ini?
- Ceritain pengalaman waktu kamu merasa paling dihargai sebagai manusia.
- Apa hal paling ngeselin dari zaman sekolah dulu?
- Siapa orang yang paling kamu hormati? Kenapa?
- Gimana cara kamu ngadepin kalau ide kamu ditolak?
- Apa perbedaan kamu yang sekarang sama kamu 5 tahun lalu?
- Kalau kamu diminta nulis 3 kalimat buat ngenalin dirimu, kamu bakal nulis apa?
- Hal apa yang bikin kamu semangat mulai hari?
- Kalau kamu lagi bad mood, biasanya kamu ngapain?
- Kalau kamu harus menulis ucapan terima kasih ke satu orang random, siapa yang bakal kamu tulis?
- Apa hal yang kamu pengen orang lain paham dari cara kamu mikir?
Kalau kamu udah nulis dan mulai bisa ngenalin polanya, itu tandanya kamu udah nemu jalur cepat ke gaya nulis paling autentik versi kamu.
Versi yang nggak dibuat-buat.
Versi yang bakal bikin tulisanmu kerasa hidup.
Semoga makin terlatih dan terbooster ChatGPT Skillnya.
Salam,
Kadika
NB: kalau ada pertanyaan komen aja.